
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (4/9), setelah mengalami tekanan tajam sepanjang pekan. Indeks pan-Eropa STOXX 600 bertahan dekat level terendah dalam lebih dari satu bulan, sementara investor mulai mengurangi aksi jual setelah sinyal dovish dari pejabat Federal Reserve memberikan sedikit kelegaan menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat.
Meski tekanan harian mulai mereda, STOXX 600 masih berada di jalur penurunan mingguan terdalam sejak awal Juli. Sentimen pasar sebelumnya terpukul oleh lonjakan imbal hasil obligasi global, kenaikan harga energi, serta kekhawatiran bahwa bank sentral utama akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. DAX Jerman bergerak mendatar, sedangkan CAC 40 Prancis turun sekitar 0,3% dan FTSE 100 Inggris melemah 0,2%.
Tekanan dari pasar obligasi tetap menjadi salah satu faktor utama yang membatasi kenaikan saham Eropa. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun sempat menyentuh 3,37%, level tertinggi sejak 2011, sementara yield tenor dua tahun mendekati 2,98%. Kenaikan biaya pinjaman tersebut meningkatkan tekanan terutama pada saham-saham pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga, termasuk sektor teknologi dan properti.
Pasar juga masih menghadapi risiko dari lonjakan harga energi akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Gangguan terhadap lalu lintas kapal komersial mendorong harga Brent bertahan dekat level tertinggi enam pekan dan berada di jalur kenaikan sekitar 7% secara mingguan. Kondisi ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi berbasis biaya, terutama bagi perusahaan utilitas dan industri.