
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah pada perdagangan Selasa (13/10) dan bergerak di sekitar 0,8330, setelah mencatat penguatan tipis pada sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi seiring dolar AS mundur dari level tertinggi dalam 18 bulan. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke sekitar 102,40 setelah sebelumnya menyentuh 102,61, sementara investor mulai mengalihkan perhatian ke data inflasi AS yang berpotensi menentukan arah kebijakan Federal Reserve.
Pasar kini menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Rabu dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Kamis untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai tekanan inflasi serta jalur suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan sekitar 80% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, sementara peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 88%. Perbedaan ekspektasi tersebut membuat data inflasi menjadi semakin penting bagi pergerakan dolar.
Meski dolar terkoreksi, risiko geopolitik masih dapat memicu permintaan terhadap mata uang safe haven. Serangan mematikan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali meningkatkan ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Ancaman terhadap wilayah udara dan bandara Saudi berpotensi meningkatkan wilayah tersebut serta mendorong investor kembali mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS dan franc Swiss.
Dari sisi Swiss, tekanan terhadap franc masih dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter dengan bank sentral utama lainnya. Swiss National Bank (SNB) mempertahankan suku bunga di level 0% pada bulan September dan tetap mengambil sikap dovish karena inflasi Swiss dinilai rendah dan stabil. Kondisi tersebut membuat franc menghadapi tekanan relatif, sehingga dapat memberikan dukungan terhadap USD/CHF ketika dolar kembali mendapatkan momentum. (asd)
Sumber: Newsmaker.id