
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak di sekitar US$4.194 per troy ounce pada perdagangan Selasa (13/10), setelah sebelumnya mengalami tekanan. Emas masih mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS yang mundur dari level tertinggi sejak April 2025 akibat aksi ambil untung. Namun, ruang penguatan emas tetap terbatas karena pasar menghadapi prospek kebijakan Federal Reserve yang hawkish serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Risiko kenaikan suku bunga The Fed kembali menjadi perhatian setelah risalah FOMC September menunjukkan bahwa sebagian pejabat menilai kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin masih diperlukan sebelum akhir 2026 karena inflasi berada di atas target 2%. Sentimen hawkish semakin diperkuat oleh Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack yang menekankan perlunya mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk mengendalikan inflasi. Kondisi tersebut menjaga yield obligasi AS tetap tinggi dan meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan terhadap emas juga datang dari meningkatnya permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meluncurkan serangan ke Arab Saudi setelah serangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Presiden AS Donald Trump juga membuka kemungkinan Amerika Serikat ikut menyerang Houthi dan kembali melakukan serangan terhadap Iran. Eskalasi tersebut menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi dan berpotensi memperkuat dolar.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi AS. Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) akan menjadi indikator penting bagi ekspektasi kebijakan The Fed. Jika inflasi inti menunjukkan kenaikan menuju sekitar 2,5% seperti yang diperkirakan pasar, peluang kenaikan suku bunga pada Desember akan semakin kuat. Kondisi tersebut dapat kembali memberikan tekanan terhadap emas melalui kenaikan yield dan dolar AS.
Dengan demikian, pergerakan emas dalam jangka pendek masih sangat bergantung pada keseimbangan antara permintaan safe haven dan tekanan dari kebijakan moneter. Pelemahan dolar dapat memberikan ruang bagi emas untuk rebound dari sekitar US$4.150, tetapi sikap hawkish The Fed, yield yang tinggi, serta risiko inflasi energi berpotensi membatasi kenaikan. Investor juga akan mencermati pidato pejabat The Fed serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id