
Trending
USD/JPY
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang sempat menguat setelah data upah Agustus menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan, tetapi penguatan tersebut tidak bertahan lama. USD/JPY kembali bergerak di sekitar 158,00 setelah sebelumnya menyentuh level di atas 158,50, tertinggi sejak 25 September. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun data upah memberikan sinyal positif bagi perekonomian Jepang, pasar masih melihat faktor lain yang lebih dominan dalam menentukan arah Yen.
Upah nominal Jepang meningkat 3,8% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 3,7%. Sementara itu, upah riil tumbuh 1,5% dan mencatat kenaikan selama delapan bulan berturut-turut. Pertumbuhan upah yang tetap positif sebenarnya menjadi sinyal penting bagi Bank of Japan (BoJ), karena kenaikan pendapatan masyarakat dapat mendukung konsumsi sekaligus memperkuat tekanan harga domestik.
Namun, pertumbuhan upah riil justru melambat dari 2,0% pada Juli. Angka Juli juga direvisi turun menjadi 4,3% untuk pertumbuhan upah nominal dari sebelumnya 4,7%. Perlambatan tersebut membuat pasar belum melihat adanya alasan kuat bagi BoJ untuk segera mempercepat kenaikan suku bunga. Saat ini, pasar hanya memberikan peluang sekitar 17% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober, sementara peluang kenaikan hingga Desember berada di sekitar 71%.
Dari sisi pasangan mata uang, tekanan terhadap Yen juga masih datang dari dolar AS dan tingginya perbedaan suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat. Setelah FOMC Minutes menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan, yield Treasury dan dolar kembali mendapatkan dukungan. Kondisi ini membuat USD/JPY tetap bertahan tinggi, meskipun fundamental domestik Jepang mulai memberikan alasan bagi BoJ untuk melanjutkan normalisasi kebijakan.