
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak di sekitar US$4.124 per troy ounce pada perdagangan Kamis(8/10), mencoba bertahan setelah tekanan tajam dalam beberapa sesi terakhir. Pergerakan emas masih dibayangi penguatan dolar AS serta tingginya imbal hasil obligasi Treasury yang membuat daya tarik logam mulia sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi terbatas.
Risalah FOMC terbaru menunjukkan mayoritas pejabat Federal Reserve masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun. Sikap tersebut membuat pasar tetap berhati-hati terhadap prospek kebijakan moneter AS, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober mulai mereda.
Pelaku pasar saat ini lebih banyak memusatkan perhatian pada peluang kenaikan suku bunga pada Desember. Ekspektasi kebijakan yang tetap ketat menjadi salah satu faktor utama yang menahan pemulihan emas, karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung memperkuat dolar dan meningkatkan daya tarik aset berbunga.
Di sisi lain, sedikit meredanya penguatan dolar memberikan ruang bagi emas untuk mencoba pulih dari level terendah sebelumnya. Namun, selama yield Treasury tetap tinggi, kenaikan emas berpotensi masih terbatas dan rentan terhadap aksi jual lanjutan.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi penopang bagi permintaan aset aman. Meningkatnya risiko terhadap jalur pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz, serta kenaikan harga minyak, kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi dan gangguan pasokan energi global.
Secara keseluruhan, area US$4.100 masih menjadi level penting bagi pergerakan emas dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound tetap terbuka, tetapi penguatan dolar dan yield AS yang berlanjut dapat kembali membatasi kenaikan XAU/USD.