
Trending

USD/JPY
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar AS menjelang pidato Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda pada Selasa (6/10). USD/JPY masih bergerak di sekitar level 158 setelah dalam tiga sesi terakhir berulang kali menembus level tersebut dari dua arah. Pernyataan Ueda menjadi perhatian utama karena pasar sedang mencari petunjuk apakah BoJ akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan 30 Oktober.
BoJ sebelumnya telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada September, level tertinggi dalam sekitar 31 tahun. Namun, kenaikan tersebut belum mampu memberikan dorongan berkelanjutan bagi yen karena selisih yield antara Jepang dan Amerika Serikat masih lebar. Yield Treasury AS 10 tahun berada di sekitar 5,34%, sedangkan yield obligasi pemerintah Jepang 10 tahun sekitar 3,10%, sehingga dolar masih memiliki keunggulan dari sisi imbal hasil.
Peluang kenaikan suku bunga BoJ pada Oktober masih relatif terbatas. Pasar memperkirakan peluangnya sekitar satu banding empat, sehingga pernyataan Ueda dapat menjadi katalis penting untuk mengubah ekspektasi tersebut. Jika Ueda memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi dan pelemahan yen membutuhkan pengetatan lebih lanjut, yen berpotensi mendapatkan dukungan. Sebaliknya, nada yang lebih hati-hati dapat membuat USD/JPY kembali menguji area 158 hingga mendekati level psikologis 160.
Faktor lain yang mulai diperhatikan BoJ adalah perkembangan kecerdasan buatan. Wakil Gubernur Shinichi Uchida mengatakan ledakan investasi AI menjadi kejutan positif terhadap permintaan yang mendorong aktivitas ekonomi dan harga. Namun, AI juga membuat kondisi keuangan lebih longgar dan meningkatkan tekanan pada suku bunga jangka panjang. Bagi BoJ, perkembangan tersebut penting karena dapat memengaruhi inflasi, produktivitas, investasi, dan tingkat suku bunga yang dianggap sesuai bagi perekonomian Jepang.
Analisa Newsmaker :
Pergerakan USD/JPY kini berada pada fase krusial. Selama yield AS tetap tinggi dan BoJ belum memberikan sinyal kuat mengenai kenaikan berikutnya, dolar masih memiliki ruang untuk bertahan di level tinggi terhadap yen. Namun, mendekati level 160, risiko intervensi otoritas Jepang juga menjadi perhatian pasar. Karena itu, pidato Ueda akan menjadi salah satu katalis utama untuk menentukan apakah yen mampu membalikkan tekanan atau USD/JPY melanjutkan penguatan.
Sumber: Newsmaker.id