
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dalam kisaran terbatas pada perdagangan Senin (19/10/2026), dengan penguatan terutama terjadi terhadap euro. Meningkatnya kembali kerusuhan sosial di Prancis memicu kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara tersebut, sehingga memberikan tekanan pada mata uang tunggal Eropa.
Indeks dolar AS (DXY) tercatat stabil di level 101,888, sementara euro melemah 0,2% menjadi US$1,1212. Analis Kudo.com, Konstantinos Chrysikos, menjelaskan bahwa pelemahan euro memberikan dukungan bagi dolar AS, meskipun keunggulan imbal hasil suku bunga Amerika Serikat sedikit berkurang dalam beberapa sesi terakhir.
Di sisi lain, penguatan dolar masih tertahan oleh meningkatnya keraguan investor terhadap prospek keuntungan dan pendanaan proyek kecerdasan buatan (AI). Kekhawatiran tersebut mendorong investor beralih ke obligasi pemerintah AS (Treasury), sehingga meningkatkan permintaan obligasi dan menekan imbal hasilnya.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun 2,1 basis poin menjadi 5,076%, berdasarkan data Tradeweb. Penurunan yield ini berpotensi membatasi daya tarik dolar AS karena mengurangi keuntungan imbal hasil yang ditawarkan aset berdenominasi dolar.
Kesimpulan:
Pergerakan dolar AS mencerminkan tarik-menarik antara tekanan politik di Eropa dan penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Kerusuhan di Prancis berpotensi terus membebani euro dan memberikan dukungan terhadap dolar, tetapi penurunan yield Treasury dapat membatasi penguatannya.
Dalam jangka pendek, DXY berpotensi bergerak konsolidatif, sementara EUR/USD masih menghadapi tekanan apabila ketidakpastian politik dan fiskal Prancis berlanjut. Pelaku pasar juga perlu mencermati pergerakan yield Treasury dan perubahan sentimen risiko global sebagai penentu arah dolar berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id