
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Senin karena penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi Treasury menekan permintaan terhadap logam mulia. Harga emas spot turun 0,5% menjadi US$4.143,91 per troy ounce, sementara kontrak emas AS untuk pengiriman Desember melemah 0,4% ke US$4.163,30.
Dolar AS yang menguat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, yield Treasury AS tenor 10 tahun kembali naik, sehingga aset berbunga menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kekhawatiran bahwa bank sentral masih perlu mempertahankan kebijakan ketat untuk mengendalikan inflasi turut menjadi tekanan bagi emas.
Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pekan depan. Pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 82,8% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober, tetapi peluang kenaikan pada Desember masih berada di kisaran 90%. Karena itu, perhatian tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga nada pernyataan The Fed mengenai arah kebijakan berikutnya.
Investor juga menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pekan depan yang menjadi salah satu indikator inflasi utama pilihan The Fed. Sementara itu, harga minyak turun dari level tertinggi dalam lima bulan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump melonggarkan sanksi dan tarif terhadap Rusia, membuka peluang peningkatan pasokan bahan bakar Rusia sekaligus meredakan sebagian kekhawatiran inflasi energi.
Secara teknikal, area US$4.235 masih menjadi resistance penting bagi emas, sementara dukungan mulai terlihat di bawah US$4.100. Selama dolar dan yield AS bertahan tinggi, ruang kenaikan emas berpotensi tetap terbatas. Namun, perubahan ekspektasi suku bunga The Fed atau data inflasi yang lebih lunak dapat kembali memberikan dukungan bagi harga emas.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id