
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bertahan di kisaran US$4.150 per troy ounce pada perdagangan Senin, ketika investor mencermati penurunan harga minyak sekaligus menunggu pertemuan Federal Reserve pekan depan. Pelemahan minyak membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi energi, tetapi ekspektasi suku bunga AS masih membatasi ruang penguatan emas.
Harga minyak turun dari level tertinggi dalam lima bulan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sejumlah sanksi dan tarif terhadap Rusia. Kebijakan tersebut memunculkan harapan peningkatan pasokan energi global, sehingga tekanan terhadap harga bahan bakar dan inflasi berpotensi berkurang.
Meski demikian, data CPI dan PPI AS terbaru menunjukkan inflasi masih lebih tinggi dari perkiraan, sebagian mempengaruhi kenaikan harga bensin. Kondisi tersebut membuat pasar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter lebih lama.
Pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed serta data inflasi PCE AS yang menjadi salah satu acuan bank utama sentral. Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini relatif kecil, sekitar 15%, namun probabilitas kenaikan pada bulan Desember masih berada di sekitar 89%.
Prospek suku bunga global juga menjadi tekanan bagi emas setelah Bank Sentral Eropa diperkirakan masih memiliki ruang menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin tahun ini. Meski emas sering digunakan sebagai melindungi nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik aset berbunga dan menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan hasil yang tidak seimbang.