Saham Hong Kong Naik, Tapi Risiko Iran Belum Hilang
Saham China dan Hong Kong menguat pada Rabu (25/3), mengikuti pemulihan regional ketika investor menyambut tanda-tanda potensi kemajuan pembicaraan gencatan senjata Iran. Shanghai Composite naik 1,3% dan kembali menembus level psikologis 3.900, sementara CSI 300 menguat 1,4%.
Di Hong Kong, Hang Seng naik 1,1%, sedangkan Hang Seng Tech melonjak 1,9%, menandakan pemulihan yang lebih kuat pada saham teknologi. Di tingkat regional, indeks MSCI Asia ex-Japan menguat 1,7%, memperlihatkan risk appetite membaik di banyak pasar.
Sentimen didukung pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington membuat kemajuan untuk menegosiasikan akhir perang dengan Iran. Namun pasar tetap menilai situasi masih cair karena serangan Israel ke Teheran pada Rabu menambah ketidakpastian, sehingga reli lebih banyak didorong “risk relief” jangka pendek ketimbang keyakinan penuh pada de-eskalasi.
Menurut RBC Wealth Management, investor “memilih untuk percaya” konflik dapat berakhir relatif cepat meski belum ada kepastian, sehingga membuka ruang pemulihan jangka pendek. Dari sisi alokasi, RBC menilai saham China masih menawarkan pilihan strategi jangka lebih panjang, mulai dari saham teknologi hingga sektor sumber daya yang lebih tradisional.(yds)
Sumber: Newsmaker.id