Hang Seng Turun 1%, Harapan Trump–Xi Batasi Pelemahan
Indeks Hang Seng turun 251 poin atau 1,0% dan ditutup di 25.466 pada Jumat, memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga beruntun. Indeks juga mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut, turun 1,1%, seiring tekanan jual menyebar di hampir seluruh sektor.
Sentimen memburuk setelah futures saham AS turun tajam, sementara konflik Timur Tengah mendekati dua pekan tanpa tanda penyelesaian. Ketegangan meningkat ketika Teheran mengancam akan mengganggu aktivitas di Selat Hormuz, menjaga harga minyak tetap tinggi dan mengangkat kembali kekhawatiran inflasi. Risiko shock energi ini membuat investor kembali defensif dan menahan eksposur ke aset berisiko.
Tekanan juga datang dari daratan China. Bursa di mainland melemah menjelang rilis data kredit Februari dan sejumlah indikator aktivitas penting, termasuk penjualan ritel, yang akan menjadi petunjuk apakah momentum domestik cukup kuat untuk menahan perlambatan. Ketidakpastian data membuat pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi sebelum menambah risiko.
Meski begitu, penurunan Hang Seng relatif tertahan oleh laporan bahwa Scott Bessent akan bertemu He Lifeng di Prancis pada 15–16 Maret, menjelang rencana pertemuan Trump–Xi di Beijing pada akhir Maret. Ekspektasi jalur dialog ini membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap eskalasi kebijakan dan memberi bantalan terhadap aksi jual yang lebih dalam.
Di level saham, pelemahan dipimpin sejumlah emiten besar. Zijin Gold International turun 8,0%, Minimax Group turun 6,6%, MTR Corp. turun 6,6%, Knowledge Atlas melemah 4,1%, dan AIA Group turun 3,1%.
Dampak yang perlu dipantau pelaku pasar:
Minyak dan risiko Hormuz: jika minyak tetap tinggi, tekanan inflasi bisa menahan risk appetite dan menekan ekuitas Asia.
Futures AS dan yield: jadi jangkar sentimen harian untuk Hang Seng.
Data China (kredit, ritel): menentukan apakah pasar dapat alasan untuk rebound berbasis fundamental.
Agenda diplomasi AS–China: setiap sinyal positif/negatif bisa cepat mengubah sentimen regional.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id