• Mon, Apr 27, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 April 2026 08:39  |

Emas Tembus $4.700, Talks AS–Iran Mandek Tekan Bullion!

Harga emas turun di bawah $4.700 per ons pada Senin, melanjutkan pelemahan pekan lalu setelah upaya menghidupkan kembali negosiasi damai AS–Iran kembali tersendat. Pasar juga masih dibayangi kondisi Selat Hormuz yang efektif tertutup, yang menjaga risiko pasokan energi dan tekanan inflasi tetap tinggi.

Tekanan diplomatik menguat setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana perjalanan utusan senior untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran di Islamabad. Di sisi lain, Teheran kembali menegaskan tidak akan bernegosiasi selama berada di bawah ancaman atau blokade, sehingga jalur komunikasi dinilai rapuh dan sangat bergantung pada headline.

Sementara itu, minyak menguat seiring konflik Timur Tengah memasuki pekan kesembilan. Penguatan minyak mempertegas kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi berkepanjangan, yang disebut IEA sebagai guncangan pasokan energi terbesar yang pernah tercatat, dan meningkatkan sensitivitas pasar terhadap risiko inflasi.

Kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, atau bahkan mengetatkan kembali bila tekanan harga meluas. Lingkungan suku bunga ketat ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga pelemahan emas terjadi meski ketidakpastian geopolitik biasanya mendukung permintaan lindung nilai.

Di Amerika Serikat, Federal Reserve juga diperkirakan bergerak hati-hati karena ingin menilai dampak konflik terhadap inflasi dan pertumbuhan. Narasi pasar menyiratkan pemangkasan suku bunga—jika terjadi—akan bertahap di bawah Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, sehingga emas masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan arah dolar.

Ke depan, selama talks belum pulih dan risiko pasokan energi belum mereda, minyak cenderung tetap volatil dengan bias ditopang premi risiko. Untuk emas, dukungan dari risk-off bisa muncul sewaktu-waktu, tetapi kenaikan cenderung tertahan jika inflasi energi mendorong ekspektasi suku bunga bertahan ketat dan dolar tetap kuat sebagai safe haven. Pasar akan terus headline-driven, sehingga perubahan kecil pada sinyal diplomasi atau kondisi pelayaran dapat memicu pergerakan tajam lintas aset.(asd)*

Source: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai