Trump Klaim: Perang Iran Segera Berakhir!
Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir dan Amerika Serikat akan “menang”, menurut laporan Fox News pada Minggu. Pernyataan itu muncul setelah Trump membatalkan rencana pengiriman delegasi ke Pakistan yang sebelumnya dikaitkan dengan potensi pembicaraan langsung dengan Iran.
Trump menyatakan insiden terbaru tidak akan menghalanginya untuk meraih kemenangan, serta menyebut Iran dapat menghubungi AS bila ingin berbicara. Ia mengatakan komunikasi dapat dilakukan melalui telepon, dan menilai sebagian pihak yang ia hadapi di Iran “masuk akal”, sementara sebagian lainnya tidak.
Dalam pernyataan yang sama, Trump juga menyinggung bahwa NATO tidak mendukung AS terkait Iran. Ia menegaskan target AS dalam pembicaraan mencakup penyitaan material nuklir Iran, sementara ia berharap Iran “bertindak cerdas” di tengah tekanan yang berlanjut.
Trump turut menyinggung China, mengatakan Beijing “bisa berbuat lebih” namun ia tidak terlalu kecewa karena China “bisa jauh lebih buruk”. Ia juga mengatakan akan menggelar pembicaraan dengan Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskiy terkait Ukraina, menunjukkan agenda geopolitik AS yang lebih luas tetap berjalan di saat konflik Iran berlanjut.
Pembatalan perjalanan delegasi dan pernyataan yang berlapis ini memperkuat kesan bahwa jalur diplomasi tetap terbuka, namun berada dalam kerangka tekanan. Pasar biasanya membaca kondisi seperti ini sebagai fase yang masih headline-driven, karena pernyataan soal “ingin bicara” berjalan bersamaan dengan ancaman dan target tuntutan yang tinggi.
Ke depan, dampak ke lintas aset cenderung mengikuti arah risiko dan inflasi energi: jika komentar Trump dibaca sebagai peluang de-eskalasi, minyak berpotensi melepas sebagian premi risiko dan dolar bisa kehilangan dukungan safe-haven; namun bila retorika meningkat atau risiko pasokan energi kembali menjadi fokus, minyak cenderung tetap kuat, dolar bertahan solid, dan emas bergerak tarik-menarik antara permintaan lindung nilai geopolitik dan tekanan dari dolar serta ekspektasi suku bunga yang dipengaruhi inflasi energi. (asd)
Source: Newsmaker.id