Bitcoin Dekati US$65.000, Arus Keluar ETF dan Risk-Off Tekan Sentimen
Bitcoin melanjutkan pelemahan di awal Juni dan turun mendekati US$65.000, menjadi level terendah sejak akhir Maret, di tengah sentimen yang masih tertekan oleh aksi jual Strategy dan pergeseran minat institusional ke tema kecerdasan buatan. Tekanan ini membuat reli kripto kehilangan dukungan di saat pasar global kembali selektif terhadap aset berisiko.
Strategy dilaporkan menjual sekitar US$2,5 juta Bitcoin—penjualan pertama sejak akhir 2022—yang dipandang sebagai sinyal simbolik bahwa pola akumulasi jangka panjang mulai goyah. Meski nilainya relatif kecil, arah pesan ke pasar cukup jelas: sebagian pelaku besar mulai mengurangi eksposur ketika volatilitas meningkat.
Arus keluar dari ETF memperkuat tekanan. ETF spot Bitcoin di AS tercatat mengalami net outflow selama 11 sesi berturut-turut dengan total sekitar US$3,45–3,5 miliar, menegaskan pelemahan minat institusional yang sebelumnya menjadi penopang penting harga. Tanpa dukungan arus masuk, setiap penurunan lebih mudah “menarik” penjualan lanjutan.
Sentimen risk appetite juga melemah akibat memanasnya kembali tensi AS–Iran yang mengurangi harapan kemajuan negosiasi damai. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi posisi di aset spekulatif dan memilih aset yang lebih defensif, sehingga tekanan ke kripto menjadi lebih terasa.
Pelemahan ikut merembet ke aset digital utama lain. Ether, BNB, Cardano, dan Solana turut bergerak turun, dengan penurunan hingga sekitar 2%, mencerminkan koreksi yang lebih luas, bukan hanya isu spesifik Bitcoin.
Jika arus ETF belum berbalik dan ketidakpastian geopolitik tetap tinggi, pergerakan Bitcoin cenderung tetap rapuh dan sangat sensitif pada dua katalis: perubahan aliran institusional (ETF/korporasi) dan perubahan sentimen risk-on/risk-off global.(asd)
Sumber: Newsmaker.id