Saham Hong Kong Turun, Oil Shock Menekan
Saham Hong Kong melemah pada perdagangan awal Selasa(3/03), turun sekitar 0,5% dan memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua, sehingga pergerakannya masih dekat level terendah sekitar enam pekan. Sentimen memburuk seiring kontrak berjangka saham AS yang melemah, membuat investor cenderung mengurangi risiko pada aset berisiko.
Tekanan utama datang dari lonjakan harga minyak yang dipicu ketegangan Timur Tengah dan kekhawatiran gangguan jalur pengiriman energi di Selat Hormuz. Kenaikan minyak memicu kecemasan inflasi global, karena biaya energi yang tinggi dapat menambah tekanan harga dan mengganggu prospek pertumbuhan.
Dari sisi China, pasar juga dibayangi data yang melemah di sektor otomotif: sejumlah produsen kendaraan melaporkan penurunan penjualan Februari, yang dikaitkan dengan efek libur panjang Imlek. Di saat yang sama, investor menahan posisi menjelang rilis PMI China yang dinilai penting untuk membaca arah aktivitas ekonomi setelah reli sebelumnya.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar masih menyimpan harapan bahwa agenda Two Sessions di Beijing pekan ini dapat membawa sinyal dukungan kebijakan baru untuk menopang ekonomi yang melambat. Selama pasar menunggu kepastian tersebut, pergerakan cenderung volatil dan headline-driven dengan minyak dan geopolitik tetap menjadi penentu utama arah risiko.(asd)
Sumber: Newsmaker.id