China & Hong Kong Stock Exchanges Flat, Tech Slows Down | Bursa China & Hong Kong Stagnan, Tech Ngerem
Saham China dan Hong Kong ditutup nyaris datar pada Senin (26/1), karena kenaikan saham logam dan sektor keuangan menahan tekanan dari saham teknologi. Indeks CSI300 naik 0,1%, sementara Shanghai Composite turun 0,1%. Di Hong Kong, Hang Seng naik tipis 0,1%.
Penggerak utama penguatan datang dari saham logam non-ferrous yang melonjak 5,2%, serta saham materials offshore yang naik 3,7%. Sentimen sektor ini terdorong lonjakan emas yang mencetak rekor baru di atas $5,000 per ons, karena investor memburu aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik.
Sebaliknya, sektor teknologi jadi beban. Saham big tech di Hong Kong turun 1,2%, sementara saham semikonduktor onshore melemah 2,3%. Analis menilai tema AI dan teknologi masih berpotensi jadi motor pertumbuhan 2026, tapi pasar mulai khawatir belanja modal yang naik bisa menekan arus kas dan valuasi terlihat mendekati “gelembung”.
Dari sisi kebijakan, pengawasan regulator juga jadi sorotan dan dianggap bisa menahan laju kenaikan indeks. Otoritas pasar modal China menjatuhkan denda sekitar 1 miliar yuan (sekitar $143,77 juta) kepada seorang investor individu karena manipulasi saham. Bursa Shanghai dan Shenzhen juga menindak ratusan praktik trading abnormal dan membuka penyelidikan terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan pernyataan menyesatkan.
Meski begitu, saham sektor keuangan ikut memberi bantalan. Saham asuransi naik 1,9% dan saham bank menguat 0,4%, membantu menyeimbangkan pelemahan teknologi sehingga indeks akhirnya ditutup relatif stabil.(yds)
Sumber: Newsmaker.id