Saham Hong Kong Tertahan Risiko Global
Bursa saham Hong Kong ditutup sedikit melemah pada perdagangan Selasa (21/7), seiring investor masih berhati-hati terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. Pasar juga menunggu rilis data inflasi Hong Kong yang dijadwalkan keluar pada hari yang sama.
Indeks Hang Seng turun 10,76 poin ke level 25.132,29. Sementara itu, Hang Seng China Enterprises Index melemah 21,22 poin atau 0,3% ke posisi 8.360,68.
Sentimen investor masih tertahan karena pasar terus memantau konflik di Timur Tengah. Meski harga minyak mulai terkoreksi, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan potensi kenaikan inflasi tetap membayangi pergerakan saham.
Tekanan juga datang dari Wall Street yang ditutup melemah pada sesi sebelumnya. Investor global masih mencermati konflik AS-Iran, sekaligus menunggu laporan keuangan dari perusahaan teknologi besar Amerika Serikat.
Di tengah tekanan pasar, saham Chaozhou Three-Circle menjadi salah satu yang menonjol. Saham tersebut melonjak hampir 12% setelah perusahaan memperkirakan laba bersih semester pertama dapat naik hingga 65%.
Dampaknya ke market, Hang Seng berpotensi bergerak terbatas selama investor masih menunggu data inflasi dan perkembangan konflik Timur Tengah. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan atau harga minyak kembali naik, tekanan terhadap saham Hong Kong bisa berlanjut. (arl)
Sumber : Newsmaker.id