Wall Street Menguat, PPI AS Redam Tekanan Suku Bunga
Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (15/7), dipimpin oleh kenaikan saham-saham teknologi besar. Sentimen pasar membaik setelah data terbaru kembali menunjukkan bahwa tekanan inflasi Amerika Serikat mulai mereda.
Indeks S&P 500 naik 0,4%, sementara Nasdaq Composite menguat 0,6%. Dow Jones Industrial Average juga naik tipis 28 poin atau 0,1%, menunjukkan pasar masih bergerak positif meski penguatan tidak merata.
Saham teknologi besar menjadi penopang utama pasar. Tesla naik 2%, sementara Amazon, Apple, Microsoft, dan Alphabet masing-masing menguat lebih dari 1%. Saham SpaceX juga ikut naik hampir 2%.
Optimisme investor semakin kuat setelah Presiden Fed New York John Williams mengatakan bahwa ada alasan yang cukup mendukung untuk melihat inflasi telah mencapai puncaknya dan berpotensi turun dalam beberapa kuartal ke depan.
Data Producer Price Index atau PPI AS juga memberi dorongan tambahan. PPI turun 0,3% pada Juni, padahal ekonom sebelumnya memperkirakan data tersebut stagnan. Data ini mengikuti laporan CPI yang lebih rendah dari perkiraan pada Selasa, sehingga memperkuat harapan bahwa The Fed tidak perlu terlalu agresif menaikkan suku bunga tahun ini.
Dampaknya ke market, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli turun menjadi 17% dari 42% sehari sebelumnya. Namun, pasar masih memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September, dengan probabilitas sekitar 63%. Artinya, saham mendapat dorongan dari inflasi yang lebih dingin, tetapi arah The Fed tetap menjadi faktor utama yang harus dipantau. (arl)
Sumber: Newsmaker.id