Inflasi Produsen Melemah, Emas Rebound
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Rabu (15/7) setelah sempat melemah di awal sesi. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.064 per troy ounce, naik 0,30% harian, setelah sebelumnya sempat turun ke level intraday US$4.017.
Penguatan emas terjadi setelah data Producer Price Index atau PPI Amerika Serikat keluar lebih rendah dari perkiraan. PPI utama turun 0,3% secara bulanan pada Juni, lebih lemah dari proyeksi stagnan 0%, setelah sebelumnya naik 0,6% pada Mei.
Secara tahunan, inflasi produsen AS melambat ke 5,5% dari sebelumnya 6,0%, juga lebih rendah dari perkiraan 6,2%. Sementara itu, core PPI naik 0,2% secara bulanan, di bawah ekspektasi 0,4%, meski secara tahunan sedikit naik ke 4,7%.
Data ini melanjutkan sinyal inflasi yang lebih jinak setelah CPI AS juga keluar lebih rendah dari perkiraan pada Selasa. Kombinasi CPI dan PPI yang melemah membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat ikut turun, sehingga memberi dorongan bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Namun, ruang kenaikan emas masih terbatas karena risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Harga minyak kembali naik akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, terutama setelah Presiden Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran jika Teheran tidak kembali ke meja negosiasi.
Di sisi The Fed, pejabat bank sentral masih menjaga nada tegas. John Williams menilai inflasi harus dikembalikan ke target 2% secara berkelanjutan, sementara Kevin Warsh menegaskan The Fed tidak memiliki toleransi terhadap inflasi yang terus tinggi. Dampaknya ke market, emas mendapat dukungan dari data inflasi yang lebih dingin, tetapi tetap rentan jika minyak terus naik dan The Fed kembali membuka peluang kenaikan suku bunga. (arl)
Sumber: Newsmaker.id