Williams Sebut Suku Bunga The Fed Sudah Tepat
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menilai posisi suku bunga The Fed saat ini sudah berada di level yang tepat untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%. Pernyataan ini disampaikan meski permintaan yang didorong oleh investasi kecerdasan buatan atau AI mulai memberi tekanan baru terhadap inflasi.
Williams mengatakan investasi AI berpotensi mendukung pertumbuhan produktivitas dalam beberapa tahun ke depan. Namun, untuk saat ini, ekonomi sedang berada dalam perlombaan antara pasokan yang tersedia dan lonjakan permintaan yang cepat.
Meski inflasi masih terlalu tinggi, Williams melihat ada alasan yang cukup kuat untuk memperkirakan inflasi telah mencapai puncaknya dan berpotensi turun dalam beberapa kuartal mendatang. Ia menilai tarif tidak akan memberi tekanan tambahan besar pada harga konsumen, inflasi perumahan masih menurun, dan harga energi tampak sudah mencapai puncaknya.
Williams memperkirakan inflasi berada di sekitar 3,25% pada akhir tahun ini, sebelum turun bertahap menuju target 2% The Fed pada 2028. Ia juga optimistis tekanan inflasi dari investasi AI akan mereda seiring bertambahnya pasokan, meski besaran dan durasinya masih sangat tidak pasti.
Pernyataan Williams muncul setelah data inflasi Juni menunjukkan penurunan mengejutkan, terutama karena harga energi melemah. Namun, ia mengingatkan agar pasar tidak terlalu cepat bereaksi terhadap satu bulan data saja, karena The Fed masih perlu melihat apakah tren tersebut berlanjut ke bulan berikutnya.
Dampaknya ke market, komentar Williams memberi sinyal bahwa The Fed belum terburu-buru menaikkan suku bunga pada Juli, tetapi juga belum siap menyatakan inflasi aman sepenuhnya. Sikap ini bisa menjaga saham dan emas tetap mendapat dukungan dari ekspektasi suku bunga yang lebih stabil, namun dolar dan yield masih bisa bertahan jika data inflasi berikutnya kembali menguat. (arl)
Sumber: Newsmaker.id