Nasdaq Tertekan, Dow Cetak Rekor
Bursa saham Amerika Serikat bergerak mixed pada perdagangan Selasa (7/7). Tekanan datang dari saham-saham chip, sementara sektor ekonomi tradisional seperti perbankan dan farmasi masih menunjukkan ketahanan.
Indeks S&P 500 bergerak datar, Nasdaq 100 turun 1,5%, sedangkan Dow Jones naik hampir 200 poin dan kembali mencetak rekor tertinggi baru. Pergerakan ini menunjukkan investor mulai lebih selektif setelah reli kuat sektor teknologi dalam beberapa waktu terakhir.
Saham produsen memori menjadi pemberat utama Nasdaq. Micron dan Sandisk masing-masing turun sekitar 7%, meskipun Samsung mencatat lonjakan laba kuartalan hingga 19 kali lipat. Pasar mulai mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan AI untuk infrastruktur benar-benar bisa menghasilkan pertumbuhan laba yang sebanding.
Tekanan juga terlihat pada SpaceX yang turun 1% setelah masuk ke dalam indeks Nasdaq 100. Kondisi ini menambah kekhawatiran bahwa valuasi saham terkait teknologi dan AI sudah terlalu tinggi, sehingga rawan aksi ambil untung.
Sebaliknya, saham perbankan dan farmasi bergerak lebih kuat. JPMorgan naik 1%, sementara Johnson & Johnson menguat 3%. Namun, yield obligasi AS yang bergerak naik setelah serangan terhadap tanker LNG di Timur Tengah ikut menahan sentimen pasar, karena memunculkan kembali kekhawatiran inflasi energi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id