Saham Wall Street Bervariasi, Dow Cetak Rekor
Indeks Nasdaq Composite ditutup melemah pada perdagangan Kamis (25/6), meskipun laporan kinerja Micron Technology jauh melampaui ekspektasi pasar. Tekanan terjadi karena investor mulai keluar dari sejumlah saham teknologi utama, sementara Dow Jones Industrial Average justru terdorong oleh penguatan saham non-teknologi dan sempat mencetak rekor tertinggi intraday baru.
Nasdaq yang didominasi saham teknologi turun 0,46% dan berakhir di level 25.358,60. Pelemahan ini menandai penurunan empat hari beruntun pertama sejak Februari. Sementara itu, S&P 500 melemah tipis 0,01% ke level 7.357,49. Dow Jones Industrial Average naik 71,72 poin atau 0,14% dan ditutup di level 51.920,62, didukung oleh saham kesehatan, keuangan, dan industri.
Saham Johnson & Johnson naik sekitar 1%, sementara Caterpillar melonjak 6% dan ikut menopang indeks blue-chip tersebut. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar saham AS sedang terbagi, dengan investor mulai mengalihkan perhatian dari saham teknologi besar ke sektor lain yang dinilai lebih stabil.
Apple menjadi pemberat utama Nasdaq setelah sahamnya turun 6%. Pelemahan terjadi setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga untuk MacBook dan iPad, dengan alasan meningkatnya harga komponen seperti chip. Microsoft juga turun 3,5% setelah mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox.
Tekanan juga terlihat pada saham teknologi besar lainnya yang merupakan pembeli utama semikonduktor. Alphabet turun hampir 1%, sementara Meta Platforms melemah lebih dari 2%. Pasar mulai khawatir bahwa kenaikan harga chip dapat menekan margin perusahaan teknologi besar, terutama jika biaya komponen terus meningkat.
Menurut Jed Ellerbroek dari Argent Capital Management, kenaikan harga memori dapat berdampak luas terhadap berbagai produk elektronik yang menggunakan semikonduktor, mulai dari televisi hingga mobil. Ia menilai ada efek rambatan yang cukup besar dari inflasi dalam rantai pasok teknologi. Meski begitu, konsumen saat ini dinilai masih cukup kuat untuk menyerap kenaikan harga tersebut.
Dari sisi data ekonomi, indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE bulan Mei naik 0,4% secara bulanan, sedikit di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,5%. Secara tahunan, PCE utama naik 4,1%, sesuai perkiraan pasar. Sementara itu, core PCE yang tidak memasukkan harga pangan dan energi naik 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, juga sesuai ekspektasi.
Meski inflasi inti mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023, investor merasa lega karena angka tersebut tidak lebih tinggi dari perkiraan. Data ini meredakan sebagian kekhawatiran pasar setelah sebelumnya harga energi sempat meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun juga turun tipis ke sekitar 4,394%.
Di tengah tekanan pada saham teknologi besar, Micron membantu menahan pelemahan pasar yang lebih dalam. Saham produsen chip tersebut melonjak hampir 16% setelah melaporkan hasil kuartal fiskal ketiga yang melampaui ekspektasi analis. Qualcomm juga naik hampir 4% setelah menaikkan panduan pendapatan non-handset untuk tahun fiskal 2029.
Saham chip lainnya seperti Sandisk, Western Digital, KLA, dan Applied Materials ikut menguat mengikuti sentimen positif dari Micron. Namun, reli di sektor semikonduktor belum cukup untuk mengangkat Nasdaq secara keseluruhan, karena tekanan pada Apple, Microsoft, Alphabet, dan Meta masih menjadi beban utama indeks teknologi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sedang menimbang dua sentimen besar secara bersamaan. Di satu sisi, laporan Micron memperkuat optimisme terhadap permintaan chip dan kecerdasan buatan. Namun di sisi lain, kenaikan biaya komponen teknologi menimbulkan kekhawatiran baru terhadap margin perusahaan besar dan tekanan inflasi di rantai pasok.(yds)
Sumber: Newsmaker.id