Perak Rebound Pasca Data PCE AS Sesuai Ekspektasi
Harga perak menguat pada perdagangan Kamis (25/6) setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Perak atau XAG/USD diperdagangkan di sekitar US$58,65 per troy ounce, naik 2,16% pada hari itu, dan berhasil memulihkan sebagian kerugian tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan perak didukung oleh pelemahan tipis dolar Amerika Serikat setelah rilis data Personal Consumption Expenditures atau PCE AS. Data tersebut tidak menunjukkan kejutan kenaikan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga tekanan terhadap logam mulia mulai mereda. Sebagai aset yang dihargai dalam dolar AS, perak biasanya mendapat dukungan ketika dolar melemah.
Bureau of Economic Analysis melaporkan bahwa indeks harga PCE naik 4,1% secara tahunan pada Mei, sesuai dengan ekspektasi pasar dan meningkat dari 3,8% pada April. Sementara itu, core PCE, yang menjadi indikator inflasi pilihan Federal Reserve, naik menjadi 3,4% secara tahunan dari 3,3% sebelumnya, juga sesuai dengan perkiraan.
Secara bulanan, PCE utama naik 0,4%, sementara core PCE bertahan di 0,3%. Investor menilai tidak adanya kejutan besar pada inflasi inti sebagai sinyal yang cukup menenangkan. Kondisi ini membuat indeks dolar AS atau DXY turun 0,24% ke level 101,30, sehingga memberi ruang bagi perak dan logam mulia lainnya untuk rebound.
Namun, data ekonomi AS lainnya masih menunjukkan bahwa ekonomi tetap cukup kuat. Pesanan barang tahan lama turun 4,5% pada Mei, sesuai ekspektasi pasar. Di sisi lain, klaim pengangguran awal turun menjadi 215.000, lebih rendah dari perkiraan 225.000. Pendapatan pribadi dan belanja pribadi juga sama-sama naik 0,7%, melampaui ekspektasi pasar.
Kombinasi data tersebut menunjukkan bahwa inflasi memang tidak lebih panas dari perkiraan, tetapi ekonomi AS masih cukup tangguh. Karena itu, pasar tetap memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Meski peluang kenaikan suku bunga pada September sedikit menurun setelah data inflasi dirilis, ekspektasi suku bunga tinggi masih berpotensi membatasi pemulihan perak.
Dengan kondisi tersebut, rebound perak saat ini lebih terlihat sebagai pemulihan teknikal setelah tekanan tajam sebelumnya. Untuk melanjutkan kenaikan lebih kuat, perak membutuhkan pelemahan dolar yang lebih dalam, penurunan yield obligasi AS, serta sinyal bahwa The Fed tidak akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Selama faktor-faktor tersebut belum muncul secara kuat, ruang kenaikan perak masih berpotensi terbatas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id