Bursa Eropa Ditutup Mixed di Tengah Tekanan Sektor Perbankan
Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (24/6), pasca tekanan di sektor perbankan dan saham chip mengimbangi penguatan di sektor lain.
Indeks Euro STOXX 50 turun 0,2% ke level 6.215, sementara indeks STOXX Europe 600 bergerak tipis lebih tinggi di sekitar 635. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih berhati-hati setelah tekanan teknologi global, meskipun sentimen energi mulai membaik.
Salah satu sentimen positif datang dari penurunan harga minyak. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tidak akan menekan kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan biaya tol atau pungutan lainnya. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi de-eskalasi di kawasan Timur Tengah dan menambah tekanan pada harga energi. Dengan harga minyak turun, tekanan inflasi ikut mereda dan imbal hasil obligasi pemerintah zona euro bergerak lebih rendah.
Turunnya yield membantu saham-saham konsumsi dan barang mewah bergerak menguat. Beberapa emiten seperti Adidas, LVMH, Hermes, dan Inditex naik hingga sekitar 3%. Investor melihat penurunan biaya energi dan yield yang lebih rendah dapat memberi ruang bagi sektor konsumsi untuk pulih, terutama setelah sebelumnya pasar dibayangi kekhawatiran inflasi dan perlambatan ekonomi.
Namun, penguatan tersebut tertahan oleh pelemahan sektor perbankan. Saham bank melemah karena investor mengambil untung setelah kenaikan sebelumnya. Sektor chip juga masih belum sepenuhnya pulih dari tekanan global, karena pasar masih mencermati apakah reli saham berbasis kecerdasan buatan dan semikonduktor sudah terlalu tinggi. Kekhawatiran ini membuat investor tetap selektif dalam mengambil posisi di saham teknologi.
Tekanan paling tajam datang dari Rheinmetall, yang anjlok setelah muncul laporan bahwa Jerman berencana membatalkan proposal pembangunan kapal perang terbesar sejak Perang Dunia II. Sebagai gantinya, Jerman disebut akan membeli delapan fregat yang lebih kecil dari TKMS. Perubahan rencana ini memukul sentimen terhadap Rheinmetall, meskipun sektor pertahanan Eropa sebelumnya sempat mendapat dukungan dari peningkatan belanja militer.
Di sektor kesehatan, Argenx juga turun lebih dari 7% setelah pembaruan uji coba obat myositis mengecewakan pasar. Dengan kombinasi tekanan dari bank, chip, pertahanan, dan bioteknologi, bursa Eropa belum mampu bergerak kompak. Ke depan, pasar akan mencermati perkembangan harga minyak, arah yield zona euro, serta kelanjutan sentimen teknologi global untuk menentukan apakah indeks Eropa bisa kembali mendekati level rekor.(yds)
Sumber: Newsmaker.id