Saham AS Menguat, Pasar AS Tetap Pantau Arah Timur Tengah
Saham AS ditutup menguat pada Selasa (26/5), dengan S&P 500 naik 0,6% dan Nasdaq naik 1,2% ke level rekor baru, sementara Dow Jones turun 118 poin. Pergerakan terjadi saat investor kembali dari libur panjang dengan fokus utama tetap pada perkembangan konflik dan diplomasi di Timur Tengah.
Sentimen pasar cenderung “optimistis-hati-hati”. Pelaku pasar menilai AS dan Iran masih berpeluang mencapai kesepakatan, dengan persepsi kedua pihak berada pada posisi paling dekat menuju deal meski sinyal yang muncul campuran dan serangan kembali terjadi. Narasi ini menjaga risk appetite tetap ada, tetapi belum cukup kuat untuk mengangkat seluruh sektor secara merata.
Kenaikan dipimpin sektor teknologi, industri, dan material, sementara energi dan consumer staples mencatat pelemahan terdalam. Pergeseran ini konsisten dengan pola risk-on selektif: investor menambah eksposur ke sektor pertumbuhan dan siklikal, namun mengurangi posisi pada energi ketika volatilitas harga minyak dan risiko headline masih tinggi.
Dari pergerakan saham individual, Micron Technology melonjak 19,3% dan kapitalisasi pasarnya menembus US$1 triliun untuk pertama kali setelah UBS menaikkan target harga dan menyebut saham berpotensi naik lebih lanjut. Alphabet naik 1,4%, Broadcom 1,9%, dan Tesla 1,8%. Di sisi lain, Nvidia turun 0,2%, sementara Microsoft dan Amazon masing-masing turun 0,6% dan 0,4%. Exxon Mobil turun 3,3% dan Walmart melemah 1,4%.
Variabel yang dipantau pasar berikutnya adalah kelanjutan headline Timur Tengah yang membentuk arah harga energi dan sentimen risiko, serta apakah rotasi sektor tetap bertahan atau kembali melebar seiring investor menilai ulang prospek inflasi dan kebijakan suku bunga.(yds)
Sumber: Newsmaker.id