Saham Eropa Terkoreksi, Optimisme AS–Iran Memudar dan Yield Berbalik Naik
Saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (26/5), memangkas kenaikan dua sesi sebelumnya ketika pasar mengurangi optimisme terhadap kemajuan konflik AS–Iran. Indeks STOXX 50 zona euro turun 1% ke 6.070, sementara STOXX 600 pan-Eropa turun 0,5% ke 628.
Sentimen berubah setelah pasukan AS menyerang target Iran tak lama setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal adanya progres negosiasi. Perkembangan ini mendorong harga energi naik kembali dan memicu rebound yield obligasi pemerintah Eropa, mengurangi dukungan yang sempat mengangkat aset berisiko pada awal pekan.
Sektor perbankan ikut terkoreksi setelah mencatat penguatan sebelumnya, dengan Santander, Deutsche Bank, dan UniCredit turun sekitar 1%–2,4%. Kenaikan yield biasanya memberi napas pada margin bunga, tetapi pergeseran risk-off dan volatilitas energi dapat menekan selera risiko dan membatasi kelanjutan reli sektor finansial.
Di sektor teknologi, ASML turun hampir 3%, memimpin pelemahan meski saham-saham infrastruktur AI secara global membukukan sesi yang kuat. Ini mengindikasikan rotasi risk appetite yang lebih selektif, dengan investor kembali sensitif terhadap faktor makro dan valuasi.
Sementara itu, Ferrari jatuh lebih dari 8% setelah memperkenalkan kendaraan listrik penuh pertamanya, menandakan pasar menilai langkah strategis tersebut membawa ketidakpastian jangka pendek terhadap positioning produk dan ekspektasi profitabilitas.
Ke depan, fokus pasar Eropa tetap pada dua variabel: arah harga energi yang membentuk jalur inflasi dan yield, serta perkembangan geopolitik AS–Iran yang dapat mengubah premi risiko secara cepat dan menentukan apakah koreksi ini berlanjut atau stabil.(yds)
Sumber: Newsmaker.id