Asia Bergerak Berfariasi Pagi ini
Pasar saham Asia bergerak bervariasi pada Selasa (26/5) dengan Korea Selatan memimpin penguatan setelah libur panjang. Sentimen membaik seiring harapan terobosan dalam pembicaraan damai AS-Iran, meski aktivitas militer di sekitar kawasan masih berlanjut dan membuat arah pasar tetap rapuh.
Indeks Kospi sempat menyentuh rekor baru 8.094,90 pada awal perdagangan, sementara Kosdaq naik 2,12%. Pergerakan ini muncul saat investor merespons komentar Presiden AS Donald Trump yang menyebut negosiasi dengan Iran “berjalan dengan baik,” meski ia juga memperingatkan AS bisa melanjutkan serangan jika pembicaraan gagal.
Namun, sinyal de-eskalasi itu bercampur dengan headline keamanan terbaru. US Central Command menyatakan melakukan “serangan pertahanan diri” yang menargetkan lokasi peluncur rudal Iran dan kapal yang diduga mencoba menebar ranjau di wilayah selatan Iran, menegaskan bahwa risiko gangguan di sekitar Selat Hormuz belum sepenuhnya mereda.
Di Jepang, saham bergerak melemah setelah reli sehari sebelumnya. Nikkei 225 turun 0,18% di tengah aksi ambil untung, sementara Topix melemah 0,36%. Nikkei pada Senin sempat menembus 65.000 untuk pertama kalinya, didukung volume yang lebih tipis karena libur di sejumlah pasar Asia.
Australia juga dibuka di zona merah, dengan S&P/ASX 200 turun 0,17%. Di Hong Kong, Hang Seng futures berada di 25.430, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks 25.606,03 pada Jumat, mengisyaratkan pembukaan yang cenderung hati-hati.
Di komoditas energi, harga minyak bergerak berlawanan arah setelah komentar Trump. WTI Juli turun 5,37% ke US$91,41 per barel, sementara Brent Juli naik sekitar 1,75% ke US$97,82. Bagi pasar, kombinasi harapan pembukaan kembali Hormuz dan risiko serangan lanjutan membuat ekspektasi inflasi dan premi risiko energi berubah cepat, sehingga arah aset berisiko di Asia sangat sensitif pada perkembangan negosiasi dan headline keamanan berikutnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id