Saham AS Mixed, Tech Menguat Saat Inflasi Produsen Memanas
Saham AS bergerak mixed, dengan sektor teknologi kembali mengungguli pelemahan di sektor-sektor yang lebih luas. S&P 500 dan Nasdaq naik tipis, sementara Dow turun sekitar 200 poin, di tengah tarik-menarik antara data inflasi yang lebih cepat dan reli bertema AI yang masih berlanjut.
Tekanan datang dari lonjakan inflasi produsen April yang lebih tinggi dari perkiraan, terutama pada barang yang terekspos energi dan jasa non-energi. Perkembangan ini memperkuat sinyal bahwa dampak perang di Timur Tengah mulai meluas dari biaya bahan bakar langsung ke komponen harga yang lebih luas dalam perekonomian.
Kondisi tersebut beriringan dengan kenaikan baru harga bahan bakar olahan pekan ini, sejalan dengan berlanjutnya blokade tanker di Teluk Persia. Dari sisi transmisi, kenaikan biaya input dan jasa berisiko menjaga tekanan inflasi, yang dapat memperketat ekspektasi kebijakan dan menjadi hambatan bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya modal.
Namun, narasi AI tetap menjadi penopang utama indeks, didorong prospek laba yang dinilai kuat dari produsen perangkat lunak dan perangkat keras. Hyperscaler menguat di pra-pasar setelah SoftBank mengumumkan lonjakan keuntungan dari kepemilikan private stake di OpenAI, sementara Nvidia naik 2,5% setelah CEO Jensen Huang bergabung dalam delegasi AS pada pertemuan puncak dengan China.
Ke depan, pasar cenderung memantau apakah tekanan harga produsen merembet ke data inflasi berikutnya, dinamika harga energi dan kelancaran pasokan di Teluk Persia, serta kelanjutan katalis AI melalui panduan kinerja perusahaan dan perkembangan agenda AS–China yang berpotensi memengaruhi sentimen sektor teknologi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id