Wall Street Cetak Rekor Tipis, Minyak Naik Saat Talk Iran Mandek
S&P 500 dan Nasdaq menutup perdagangan Senin (27/4) di rekor baru, namun penguatan terbatas karena kebuntuan negosiasi Iran dan eskalasi terbaru di Selat Hormuz kembali mengerek harga minyak. S&P 500 naik 0,12% ke 7.173,91 dan Nasdaq bertambah 0,20% ke 24.887,10, sementara Dow turun 0,13% ke 49.167,79.
Sentimen ditahan oleh sinyal bahwa jalur diplomasi belum bergerak. Presiden Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan, menyebut pembicaraan bisa dilakukan lewat telepon dan menilai terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan. Dari Teheran, juru bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baqaei mengatakan belum ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS.
Di sisi energi, premi risiko kembali menguat. WTI naik 2,09% dan ditutup di US$96,37/barel, sedangkan Brent menguat 2,75% ke US$108,23/barel, menegaskan pasar masih mem-price-in gangguan pasokan terkait Hormuz. Meski begitu, laporan menyebut Iran menawarkan proposal baru untuk membuka kembali selat dan mengakhiri perang dengan pembahasan nuklir ditunda; Gedung Putih mengonfirmasi Trump dan tim keamanan nasionalnya telah membahas proposal tersebut—menjaga pasar tetap headline-driven.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id