&P 500 Naik Tipis, Indeks Acuan Makin Mendekati Rekor Tertinggi
S&P 500 menguat pada Rabu (15/3), mendekati rekor tertinggi intraday, seiring investor tetap berharap perang Iran akan segera mereda. S&P 500 naik 0,4%. Nasdaq Composite menguat 1,1%, sementara Dow Jones Industrial Average turun 182 poin atau 0,4%.
Broadcom menjadi salah satu penopang utama sesi, naik 3% setelah Meta Platforms memperpanjang kemitraan dengan perusahaan semikonduktor tersebut untuk menggelar chip kustom yang memanfaatkan teknologi Broadcom. Pergerakan saham teknologi kembali menonjol, selaras dengan penguatan Nasdaq.
Kenaikan ini melanjutkan reli pada sesi sebelumnya. S&P 500 kini disebut hanya berjarak 0,1% dari rekor tertinggi sepanjang masa 7.002,28 yang dicapai pada 28 Januari. Selasa menjadi sesi positif ke-9 dalam 10 perdagangan terakhir untuk S&P 500, sementara Nasdaq yang sarat saham teknologi mencatat kenaikan 10 sesi beruntun.
Penguatan pasar juga menandai pemulihan penuh dari tekanan yang sempat muncul ketika konflik Iran pecah pada akhir Februari. Kenaikan S&P 500 pada Senin disebut telah menghapus seluruh penurunan yang terjadi sejak konflik dimulai, memperkuat narasi bahwa pasar kembali memusatkan perhatian pada peluang de-eskalasi.
Optimisme investor terutama ditopang oleh potensi terbentuknya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump pada Senin mengatakan “kami dihubungi oleh pihak lain,” seraya menambahkan bahwa mereka “sangat ingin membuat kesepakatan.” Pada Selasa, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNBC bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dibahas, meski belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.
Bagi pasar, jalur transmisi utamanya berada pada premi risiko geopolitik—khususnya melalui ekspektasi stabilitas harga energi dan sensitivitas sektor teknologi terhadap perubahan sentimen risiko. Ke depan, pelaku pasar cenderung memantau perkembangan konkret agenda perundingan AS–Iran serta apakah pergerakan indeks tetap ditopang oleh pelebaran basis penguatan di luar saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id