S&P 500 Naik Tajam, Hapus Kerugian sejak Perang Iran
S&P 500 menguat pada Senin (13/3) seiring investor kembali berharap kesepakatan pada akhirnya dapat dicapai antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks acuan itu melonjak 1,02% dan ditutup di 6.886,24, penutupan tertinggi sejak sebelum perang dimulai. Nasdaq Composite naik 1,23% ke 23.183,74, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 301,68 poin atau 0,63% ke 48.218,25. Dow sempat turun lebih dari 400 poin (sekitar 0,9%) di awal sesi sebelum berbalik arah; S&P 500 sempat turun 0,4% di titik terendah, dan Nasdaq sempat melemah 0,5%.
Saham teknologi menjadi pendorong utama reli, dipimpin saham perangkat lunak seperti Oracle yang naik hampir 13% dan Palantir Technologies yang menguat lebih dari 3%. Kenaikan ini membantu S&P 500 menghapus penurunan yang terjadi sejak perang Iran.
Saham menguat lebih lanjut setelah Presiden Donald Trump mengatakan, “Kami dihubungi oleh pihak seberang,” seraya menambahkan bahwa mereka “sangat ingin membuat kesepakatan.” Pernyataan itu memberi dorongan pada sentimen bahwa jalur negosiasi masih terbuka meski ketegangan meningkat.
Pergerakan ini terjadi setelah Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz, menyusul pembicaraan damai AS–Iran pada akhir pekan yang berakhir tanpa kesepakatan. Blokade atas seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai berlaku pada Senin. US Central Command menegaskan AS tidak akan menghalangi kapal yang menggunakan selat untuk menuju pelabuhan non-Iran.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id