S&P 500 Naik Tipis saat Pasar Berspekulasi Ada Solusi Iran, Dow Tertekan Goldman
S&P 500 menguat pada Senin (13/3) seiring investor berharap kesepakatan pada akhirnya bisa dicapai antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks acuan pasar luas itu naik 0,2%, sementara Nasdaq Composite menguat 0,6%. Dow Jones Industrial Average turun 86 poin atau 0,2%.
Saham teknologi membantu menopang pasar, dengan saham perangkat lunak seperti Oracle dan Palantir Technologies masing-masing naik 10% dan 4%. Namun, Goldman Sachs menjadi pemberat utama Dow. Saham bank tersebut turun 2% meski membukukan kinerja laba yang kuat secara keseluruhan, setelah hasil perdagangan di unit pendapatan tetap (fixed income) dinilai mengecewakan.
Pergerakan pasar terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz, menyusul pembicaraan damai AS–Iran pada akhir pekan yang berakhir tanpa kesepakatan. Blokade atas seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai berlaku pada Senin. US Central Command menyatakan AS tidak akan menghalangi kapal yang menggunakan selat untuk menuju pelabuhan non-Iran.
Gagalnya negosiasi di Islamabad kembali memunculkan kekhawatiran perang Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan, mendorong harga minyak lebih tinggi dan berpotensi menambah tekanan terhadap ekonomi global. Minyak WTI naik 5% ke atas US$101 per barel, sementara Brent menguat 6% ke atas US$101 per barel.
Wakil Presiden JD Vance meninggalkan Islamabad tanpa kesepakatan dengan pihak Iran, dengan alasan Teheran tidak bersedia menghentikan upaya pengembangan senjata nuklir. Namun laporan menyebut perbedaan kedua pihak melampaui isu itu, termasuk tuntutan Iran atas kontrol Selat Hormuz, kompensasi perang, serta pelepasan aset yang dibekukan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id