IHSG Terkoreksi, Tapi Sentimen Pasar Belum Sepenuhnya Negatif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 7.245,59 pada perdagangan hari ini, atau turun sekitar 0,46% dibandingkan penutupan sebelumnya. Meski dibuka melemah, IHSG masih berupaya mempertahankan kinerja positif yang sempat tercatat pada sesi kemarin.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka dengan gap bawah di level 7.238,46 dan sempat turun hingga menyentuh 7.191,58 dalam satu jam pertama. Namun, setelah tekanan awal mereda, indeks perlahan kembali bergerak ke atas level pembukaan, menandakan pasar masih mencoba menjaga stabilitas di tengah sentimen eksternal yang bercampur.
Pelaku pasar sempat mendapat dorongan positif dari kabar gencatan senjata dua pekan antara AS-Israel dan Iran, yang meredakan sebagian kekhawatiran geopolitik global. Meski begitu, investor tetap cenderung berhati-hati karena situasi masih dinilai rapuh, terlebih menjelang rencana perundingan lanjutan kedua pihak yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Secara sektoral, mayoritas indeks saham domestik bergerak di zona merah, dengan tekanan awal yang dipicu oleh pembukaan melemah. INFOBANK15 menjadi salah satu indeks yang mengalami penurunan cukup dalam, turun 1,17%, tertekan oleh pelemahan saham-saham perbankan besar seperti BBNI yang turun 2,12%, BBCA melemah 1,11%, dan BBRI terkoreksi 1,80%.
Meski demikian, tekanan pada sektor perbankan sedikit tertahan oleh penguatan beberapa saham lain, seperti BRIS yang naik 1,91%, BDMN menguat 0,77%, dan PNBN bertambah 1,06%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih melakukan seleksi yang ketat di tengah sentimen global yang belum sepenuhnya stabil.
Dari sisi fundamental domestik, pasar juga mencermati pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang memastikan pasokan energi Indonesia tetap aman di tengah ketidakpastian geopolitik global. Pemerintah disebut telah melakukan diversifikasi sumber pasokan energi dari sejumlah negara, termasuk Angola, Nigeria, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah potensi gangguan dari kawasan rawan.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati namun belum kehilangan optimisme. Fokus investor selanjutnya tertuju pada perkembangan geopolitik global dan rilis data keyakinan konsumen, yang dapat memberi arah baru bagi sentimen pasar domestik.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id