Reli Ceasefire Memudar, Bursa Asia Terkoreksi Saat Minyak Rebound
Reli saham global yang sebelumnya dipicu optimisme gencatan senjata AS-Iran mulai kehilangan tenaga setelah Teheran menyebut beberapa klausul kesepakatan telah dilanggar. Ketidakpastian yang kembali naik membuat sentimen pasar melemah, sementara harga minyak kembali menguat.
Indeks saham MSCI Asia Pacific turun 0,4% setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf menyatakan tiga klausul proposal gencatan senjata telah dilanggar. Padahal sehari sebelumnya, saham sempat melonjak luas—dengan indeks Asia mencatat kenaikan terbesar dalam setahun—karena pasar berharap gencatan senjata akan melancarkan kembali arus minyak dan mendukung prospek pertumbuhan.
Tekanan sentimen juga datang dari Brent yang naik 2,5% ke US$97,12/barel, memantul dari kejatuhan terdalam dalam lebih dari enam tahun. Pergerakan lintas aset yang berbalik cepat menunjukkan kepercayaan pasar masih rapuh, di tengah laporan konflik sporadis termasuk serangan Israel di Lebanon yang dikhawatirkan mengganggu gencatan senjata pada perang yang sudah berlangsung sekitar enam pekan dan mengganggu pasar energi melalui penutupan efektif Selat Hormuz.
Fokus pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz yang dilaporkan masih sebagian besar terblokir. Data pelacakan kapal menunjukkan hanya tiga kapal yang teramati keluar pada Rabu, jauh di bawah kondisi normal sekitar 135 kapal per hari, sementara lebih dari 800 kapal kargo dilaporkan tertahan di dalam Teluk. Investor menilai arah pasar berikutnya akan sangat bergantung pada kepatuhan terhadap gencatan senjata dan kemajuan negosiasi, karena risiko eskalasi masih tinggi meski ketegangan sempat mereda.
5 Poin Inti:
- Reli saham global melemah setelah Iran menyebut tiga klausul gencatan senjata telah dilanggar.
- MSCI Asia Pacific turun 0,4%, membalik sebagian penguatan besar pada sesi sebelumnya.
- Brent naik 2,5% ke US$97,12/barel, menekan mood pasar setelah “relief rally” lintas aset.
- Ketidakpastian meningkat karena konflik sporadis, termasuk perkembangan di Lebanon, menekan keyakinan pasar.
- Pasar menunggu kepastian pembukaan Selat Hormuz; hanya 3 kapal teramati keluar vs normal 135/hari, dengan 800+ kapal tertahan.(asd)
Source: Newsmaker.id