Saham Eropa dibuka sedikit lebih tinggi
Bursa saham Eropa dibuka sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa, tetapi penguatannya masih sangat terbatas karena investor belum berani mengambil risiko besar menjelang tenggat terbaru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Reuters melaporkan kontrak berjangka saham Eropa bergerak lemah hingga cenderung datar menjelang pembukaan, sementara pasar global masih dibayangi kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah bisa kembali memanas jika tidak ada kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.
Sentimen pasar memang sempat ditopang oleh harapan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, tetapi ruang optimisme tetap sempit karena Iran dilaporkan menolak proposal ceasefire yang ada dan menginginkan penyelesaian yang lebih permanen. Di saat yang sama, Trump menetapkan tenggat waktu baru dan mengancam langkah yang lebih keras bila tidak ada kemajuan, membuat investor memilih masuk ke mode wait and see. Kondisi ini membuat kenaikan di pasar saham Eropa terlihat lebih seperti pantulan hati-hati ketimbang reli yang benar-benar kuat.
Faktor lain yang membatasi penguatan adalah lonjakan harga energi. Reuters melaporkan Brent crude naik ke sekitar US$111 per barel, atau sudah melonjak lebih dari 50% sejak konflik dimulai, karena penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan global. Kenaikan minyak seperti ini penting bagi pasar Eropa karena berpotensi menambah tekanan inflasi, memperburuk prospek pertumbuhan, dan membuat ekspektasi penurunan suku bunga menjadi lebih rumit.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id