Wall Street Datar, Pasar Menimbang Prospek Ceasefire Iran dan Tenggat Hormuz
Saham AS bergerak terbatas pada Senin (6/4) setelah mencatatkan pekan terbaik sejak akhir November, seiring pelaku pasar menilai peluang perang AS-Iran mereda dalam waktu dekat. S&P 500 naik tipis 0,1%, Nasdaq Composite bertambah 0,3%, sementara Dow Jones turun 0,1% di tengah pelemahan harga minyak yang moderat.
Sentimen dipengaruhi laporan yang menyebut pembicaraan gencatan senjata masih berlangsung, namun belum mengubah ketidakpastian jalur pasokan energi. Axios melaporkan AS, Iran, dan mediator regional mendiskusikan skema ceasefire 45 hari yang dapat membuka jalan menuju penyelesaian permanen, meski peluang tercapainya kesepakatan parsial sebelum tenggat Selasa dinilai kecil. Reuters juga melaporkan AS dan Iran telah menerima kerangka usulan yang mencakup gencatan senjata segera dan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang disusun Pakistan, dengan kemungkinan berlaku secepat Senin jika disepakati.
Pasar masih menimbang risiko eskalasi setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran—termasuk pembangkit listrik dan jembatan—bila Hormuz tidak dibuka kembali hingga Selasa. Trump dijadwalkan menggelar konferensi pers bersama militer pada pukul 13.00 waktu setempat, yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan aset berisiko dan energi.
Kinerja yang relatif stabil pada awal pekan mengikuti reli pekan lalu, ketika S&P 500 melesat 3,4% dan memutus tren lima pekan pelemahan; Dow naik 3% dan Nasdaq melonjak 4,4%, juga mengakhiri penurunan lima pekan. Meski demikian, volatilitas selama sepekan terakhir menegaskan pasar masih sangat headline-driven, terutama oleh dinamika perang dan status Hormuz. Fokus berikutnya: perkembangan diplomasi, rincian tenggat Selasa, arah minyak, dan respons pasar terhadap konferensi pers Trump. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id