Saham Eropa Tergelincir, Investor Mulai Jenuh Drama Trump
Saham-saham Eropa menutup pekan dengan tekanan terbesar dalam dua bulan, saat risiko geopolitik masih membayangi dan lonjakan harga minyak ikut menyeret saham maskapai. Stoxx Europe 600 turun tipis sekitar 0,1% di akhir perdagangan hari Jumat (23/1), tapi secara mingguan melemah sekitar 1%—menjadi penurunan pertama setelah enam pekan berturut-turut menguat.
Yang paling terpukul datang dari sektor perjalanan dan rekreasi, disusul sektor yang sensitif terhadap ekonomi seperti perbankan, produk konsumen, dan konstruksi. Sebaliknya, telekomunikasi dan pertambangan justru lebih tahan banting, seolah pasar mulai “memilah” saham yang dianggap aman di tengah ketidakpastian.
Sentimen sempat goyah setelah ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump yang dikaitkan dengan isu Greenland. Meski Trump kemudian mundur dan pasar sempat berbalik menguat pada Kamis, investor tetap memasang sikap hati-hati—namun kali ini reaksi pasar terlihat lebih terukur, seakan pelaku pasar mulai terbiasa dengan “noise” politik.
Di saham individual, maskapai jadi sorotan: Lufthansa turun 1,9%, Air France-KLM jatuh 3,2%, dan IAG merosot 2,8%, seiring kenaikan harga minyak yang mengangkat beban biaya bahan bakar. Di sisi lain, Ericsson justru melonjak 11% setelah langkah pemangkasan biaya dan perbaikan margin mulai terlihat hasilnya.
Dari sisi data, PMI komposit zona euro menunjukkan sektor swasta masih tumbuh moderat pada Januari, dengan Jerman yang lemah membantu menahan dampak pelemahan Prancis. Sementara itu, ada juga drama korporasi: Wacker Neuson anjlok 22% setelah pembicaraan akuisisi dengan Doosan Bobcat dihentikan, dan Adidas turun 5,7% usai penurunan peringkat oleh analis yang menilai pertumbuhan pendapatannya berpotensi melambat. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id