Sentimen AS Naik, Tapi Rasa “Berat” Belum Hilang
Sentimen konsumen AS mulai membaik. Indeks Universitas Michigan untuk Januari 2026 direvisi naik ke 56,4, lebih tinggi dari angka sementara 54,0 dan juga naik dari 52,9 pada Desember. Ini jadi kenaikan bulanan kedua beruntun dan level tertinggi sejak Agustus, dengan perbaikan yang terasa di hampir semua komponen utama.
Yang menarik, penguatan sentimen ini cukup “merata”. Kenaikan terjadi di berbagai kelompok—dari tingkat pendapatan, latar pendidikan, usia, sampai preferensi politik. Namun, gambaran besarnya masih belum sepenuhnya pulih: secara total, sentimen tetap lebih dari 20% lebih rendah dibanding setahun lalu.
Alasannya masih sama: konsumen masih merasakan harga tinggi yang menekan daya beli. Selain itu, mulai muncul kekhawatiran baru bahwa pasar tenaga kerja bisa melemah, yang membuat sebagian orang lebih hati-hati dalam belanja dan rencana keuangan.
Dari sisi isu global, perkembangan luar negeri dinilai belum banyak mengubah cara konsumen melihat kondisi ekonomi, di luar perdebatan soal kebijakan tarif. Artinya, yang paling “kerasa” di rumah tetap soal biaya hidup dan rasa aman terhadap pekerjaan.
Untuk inflasi, ada sinyal yang sedikit menenangkan. Ekspektasi inflasi 1 tahun ke depan turun ke 4,0%, terendah sejak Januari 2025. Sementara ekspektasi inflasi jangka panjang naik tipis ke 3,3% dari 3,2%, menandakan pasar masih melihat inflasi bisa turun, tapi belum benar-benar “beres.” (Arl)
Sumber : Newsmaker.id