Dolar Bergerak Terbatas Jelang Keputusan The Fed Pertama Warsh
Dolar AS bergerak dalam rentang sempit menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh. Indeks Bloomberg Dollar Spot nyaris tidak berubah setelah melemah 0,2% dalam dua sesi terakhir, mencerminkan sikap hati-hati pasar sebelum arah kebijakan The Fed menjadi lebih jelas.
The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga pada Rabu (17/6). Namun, perhatian investor tertuju pada kemungkinan bank sentral menghapus bias pelonggaran dari pernyataan kebijakan, yang dapat memberi sinyal nada lebih hawkish terhadap prospek suku bunga.
Analis Bloomberg Economics menilai perubahan bahasa dalam pernyataan kebijakan dapat menjadi petunjuk penting mengenai sikap The Fed. Jika bias pelonggaran dihapus, pasar dapat membaca bahwa bank sentral belum siap membuka ruang pemangkasan suku bunga, terutama ketika inflasi masih sulit turun secara konsisten.
Strategis valuta asing Oversea-Chinese Banking Corp., Moh Siong Sim dan Christopher Wong, menilai alasan untuk pelemahan dolar AS yang berkelanjutan masih belum kuat. Mereka memperkirakan Warsh akan mengakui inflasi yang masih melekat dan pasar tenaga kerja yang lebih solid, tetapi menghindari sinyal arah kebijakan yang terlalu tegas.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun tipis satu basis poin ke 4,43%. USD/JPY bergerak nyaris datar di 160,35 setelah Jepang melaporkan defisit perdagangan Mei yang lebih kecil dari perkiraan. Pergerakan yen tetap terbatas karena pasar masih menunggu respons terhadap sinyal Fed dan arah yield global.
GBP/USD stabil di 1,3431 menjelang rilis data inflasi konsumen Inggris untuk Mei. EUR/USD juga nyaris tidak berubah di 1,1612, sementara pasar memantau wage tracker Bank Sentral Eropa untuk melihat apakah inflasi yang lebih tinggi mulai mendorong kenaikan upah.
AUD/USD bertahan di 0,7069. Fokus pasar valuta asing berikutnya tertuju pada keputusan Fed, bahasa pernyataan kebijakan, arah yield Treasury, data inflasi Inggris, dan indikator upah zona euro. Selama The Fed belum memberi sinyal arah yang jelas, dolar berpotensi tetap bergerak terbatas terhadap mata uang utama.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id