Euro Bertahan di 1,1500, Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS
Euro mencatat kenaikan tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (4/8). EUR/USD bertahan di sekitar level 1,1500, setelah koreksi dari level tertinggi tiga pekan di 1,1560 pada Senin masih tertahan.
Sentimen terhadap euro mendapat sedikit dukungan dari membaiknya selera risiko pasar. Harapan terhadap proses negosiasi terkait konflik Iran membantu meredakan tekanan, meskipun investor tetap berhati-hati menjelang rilis sejumlah data penting tenaga kerja Amerika Serikat pekan ini.
Konflik Timur Tengah masih berada dalam kondisi tidak pasti. Amerika Serikat dan Iran sejauh ini sama-sama menahan diri, tetapi tetap mengirimkan sinyal yang bertentangan. Presiden AS Donald Trump mendesak Teheran untuk menandatangani kesepakatan damai dan membuka kembali Selat Hormuz, sementara Iran membantah adanya kontak langsung dengan AS.
Fokus pasar kini beralih ke data Lowongan Kerja JOLTS dan Pesanan Pabrik AS. Data tersebut akan menjadi petunjuk awal sebelum laporan utama Nonfarm Payrolls atau NFP dirilis pada Jumat. Laporan NFP diperkirakan menjadi acuan penting bagi pasar dalam membaca arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Dari sisi dampak market, EUR/USD berpotensi tetap bergerak dalam kisaran terbatas karena investor masih berhati-hati menambah posisi beli euro. Rabobank memperkirakan pasangan ini masih cenderung bergerak berombak di area **1,1400–1,1500** dalam beberapa bulan ke depan, terutama karena pasar masih mencermati dampak harga energi yang tinggi terhadap pertumbuhan dan inflasi Zona Euro. (asd)
Sumber: Newsmaker.id