Harga Perak Menguat Mendekati US$60; Penurunan Harga Minyak Menjadi Katalis
Harga perak melonjak dalam perdagangan hari Selasa (4 Agustus). Pasangan mata uang XAG/USD diperdagangkan di kisaran US$59,80 naik 2,81% pada hari itu melanjutkan pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah di US$56,57 pada hari Senin.
Kenaikan harga perak didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap logam mulia seiring investor memantau dengan cermat perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz turut meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi global.
Sentimen pasar membaik setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat dicapai paling cepat pada hari Selasa atau Rabu. Ia juga mencatat bahwa harga energi dapat turun lebih lanjut jika kesepakatan tersebut berhasil dicapai.
Komentar-komentar ini menyebabkan harga minyak WTI turun lebih dari 3% karena pasar mulai mengantisipasi normalisasi bertahap pasokan energi global. Harga minyak yang lebih rendah dapat membantu meredakan tekanan inflasi, sehingga mengurangi kebutuhan Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut.
Dari sisi dampak pasar, penurunan harga minyak dan meredanya ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve menjadi faktor pendorong positif bagi perak. Jika dolar AS juga melemah, XAG/USD berpotensi mempertahankan momentum kenaikannya. Namun, pergerakan harga perak tetap fluktuatif, mengingat Washington dan Teheran telah memberikan sinyal yang beragam terkait negosiasi AS-Iran. (asd)
Sumber: Newsmaker.id