Diplomasi Kembali Menekan Minyak Brent
Harga minyak Brent turun ke bawah US$82 per barel setelah berbalik dari penguatan awal. Tekanan muncul karena harapan dimulainya kembali diplomasi Amerika Serikat dan Iran mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi.
Qatar mengatakan rancangan proposal untuk menghidupkan kembali perundingan telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait. Namun, belum ada kesepakatan yang dicapai dan proses pembicaraan masih berada pada tahap awal.
Sebagai mediator utama, Qatar berusaha mendorong solusi jangka pendek untuk mencegah konflik kembali meningkat. Optimisme tersebut membuat premi risiko geopolitik menyusut dan menekan harga Brent sekitar 7% dalam sepekan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menunda rencana serangan terhadap Iran untuk memberikan waktu tambahan bagi diplomasi. Namun, ia memperingatkan bahwa Teheran hanya memiliki kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan mengenai pembukaan Selat Hormuz.
Analisis Newsmaker: Minyak berpotensi tetap tertekan selama perundingan menunjukkan kemajuan. Namun, sikap Iran yang masih ingin mengendalikan pelayaran di Selat Hormuz membuat kesepakatan belum pasti. Kegagalan diplomasi dapat kembali memicu serangan, mengganggu pasokan, dan mengangkat harga minyak secara tajam.(yds)
Sumber: Newsmaker.id