Optimisme Kesepakatan Hormuz Tekan Minyak ke $75
Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Rabu (5/8) karena pasar semakin optimistis Amerika Serikat, Iran, dan Oman mendekati kesepakatan sementara untuk mengatur kembali pelayaran di Selat Hormuz. Brent turun 0,74% ke US$78,77 per barel, sedangkan WTI melemah 1% ke US$74,93 per barel.
Rancangan yang sedang dibahas akan mengarahkan kapal masuk melalui perairan Iran, sedangkan kapal keluar menggunakan jalur dekat Oman dengan koordinasi Teheran. Kesepakatan sementara tersebut diperkirakan berlaku selama 60 hari, meski persoalan kendali jalur, jaminan keamanan, dan mekanisme transit masih menjadi hambatan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan berlangsung sangat baik, sementara Menteri Keuangan Scott Bessent menilai kesepakatan dapat segera tercapai. Namun, belum ada pengumuman resmi dan negosiasi sebelumnya pernah gagal setelah pertempuran kembali terjadi di sekitar jalur pelayaran tersebut.
Harga minyak sempat berbalik naik setelah Houthi mengklaim menyerang tanker Saudi di dekat Yanbu. Namun, kenaikan tidak bertahan karena harapan pembukaan Hormuz lebih dominan. Tekanan tambahan datang dari persediaan minyak mentah AS yang naik tak terduga sekitar 2,5 juta barel, menunjukkan pasokan domestik lebih besar daripada perkiraan.
Analisis Newsmaker: Sentimen minyak masih bearish selama kesepakatan Hormuz terus menunjukkan kemajuan. Brent yang bertahan di bawah US$79 berpeluang menguji US$78–US$77, sedangkan WTI dapat turun menuju US$74–US$73. Sebaliknya, kegagalan negosiasi atau serangan baru terhadap kapal dapat mengembalikan Brent ke US$80,50–US$82 dan WTI ke US$76,50–US$78.(yds)
Sumber: Newsmaker.id