Hormuz Membaik, Bitcoin Mulai Bangkit
Bitcoin menguat tipis pada Rabu (5/8), diperdagangkan di sekitar US$64.366, naik kurang lebih 0,6% dengan rentang harian US$63.859–US$64.653. Kenaikan ini menunjukkan adanya pemulihan, tetapi harga masih bergerak sempit dan belum mampu keluar dari fase konsolidasi.
Sentimen pasar membaik setelah muncul harapan bahwa Iran dan Oman semakin dekat dengan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, kesepakatan belum final karena masih terdapat perbedaan mengenai kendali kapal, pemeriksaan, dan biaya transit. Ketidakpastian tersebut membuat dukungan geopolitik terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin, masih terbatas.
Dukungan lain datang dari arus modal institusional. ETF Bitcoin spot dilaporkan mencatat arus masuk sekitar US$381,6 juta sepanjang Agustus, setelah memperoleh US$172,4 juta pada Juli. Meski membaik, angka tersebut belum cukup kuat untuk menghapus tekanan besar yang terjadi selama Mei dan Juni.
Tekanan fundamental datang dari Strategy. Berdasarkan dokumen resmi SEC, perusahaan tersebut menjual 1.638 Bitcoin senilai US$104,73 juta pada periode 27 Juli–2 Agustus, dengan rata-rata harga jual US$63.957. Kepemilikan Strategy kini turun menjadi 842.138 Bitcoin, dengan harga pembelian rata-rata US$75.419 per koin.
Sentimen keamanan kripto juga belum sepenuhnya pulih. Coinkite mengonfirmasi adanya kelemahan pada pembuatan seed di sejumlah versi firmware COLDCARD dan meminta pengguna memperbarui perangkat, membuat seed baru, serta memindahkan dana dari seed yang terdampak. Di pasar altcoin, Ethereum berada di sekitar US$1.624,95, XRP US$1,059, Solana US$77,97, Cardano US$0,1894, BNB US$599,83, dan Dogecoin US$0,0697.
Analisis Newsmaker: Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan resistance terdekat di US$64.650–US$65.000. Penembusan kuat di atas US$65.000 dapat membuka peluang kenaikan menuju US$66.000–US$67.000. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas US$63.850 dapat membawa harga kembali menguji US$63.000, kemudian US$62.000. Arus masuk ETF dan kemajuan diplomasi menjadi pendukung, tetapi penjualan Strategy, risiko keamanan, dan belum finalnya kesepakatan Hormuz masih membatasi reli. (arl)
Sumber: Newsmaker.id