Harapan Hormuz Dorong Emas Tembus US$4.100
Harga emas melanjutkan penguatan untuk hari ketiga pada perdagangan Asia Rabu. Emas spot naik sekitar 1,3% ke kisaran US$4.127 per troy ons, sedangkan kontrak berjangka AS menguat ke sekitar US$4.184. Perak turut melonjak hampir 2% ke area US$60,64 per ons.
Kenaikan logam mulia didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Qatar menyatakan rancangan proposal telah disiapkan, sementara pembicaraan antara Amerika Serikat, Iran, dan Oman dilaporkan terus mengalami kemajuan.
Optimisme tersebut membuat harga minyak bertahan di dekat level terendah tiga pekan. Brent bergerak di sekitar US$79,62 per barel, sedangkan WTI berada di sekitar US$75,90. Minyak yang lebih murah berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kebutuhan Federal Reserve menaikkan suku bunga secara agresif.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai menurun. Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan bunga pada September berada di sekitar 59%, turun dari 67% sehari sebelumnya. Berkurangnya ekspektasi pengetatan menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan bunga.
Namun, arah kebijakan The Fed masih belum sepenuhnya jelas. Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson membuka kemungkinan penyesuaian kebijakan jika inflasi tidak menunjukkan kemajuan, sedangkan Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid menilai suku bunga yang lebih tinggi masih diperlukan untuk mengembalikan inflasi menuju target 2%.
Dukungan tambahan datang dari pelemahan dolar dan meningkatnya pembelian investor institusi China. Arus dana ke ETF emas China dilaporkan berlangsung selama 14 hari berturut-turut, membantu menjaga harga tetap berada di atas level psikologis US$4.000 per ons.
Analisis Newsmaker: Tren jangka pendek emas kembali bullish setelah menembus area US$4.100. Selama harga bertahan di atas US$4.100–US$4.080, peluang kenaikan terbuka menuju US$4.150, kemudian US$4.180–US$4.200. Namun, kegagalan mempertahankan US$4.100 dapat memicu koreksi menuju US$4.070–US$4.050. Kesepakatan Hormuz dapat mengurangi permintaan safe haven, tetapi penurunan minyak dan ekspektasi suku bunga justru masih menjadi penopang utama emas.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id