Emas Terus Naik, Ekspektasi Bunga The Fed Menurun
Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan siang ini dan bergerak di atas US$4.130 per troy ons. Kenaikan terjadi setelah emas berhasil menembus level psikologis US$4.100, sehingga menarik pembelian baru dari pelaku pasar dan memicu penutupan posisi jual.
Pemicu utama kenaikan berasal dari meredanya kekhawatiran inflasi energi. Harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz membuat harga minyak turun tajam, dengan Brent bergerak mendekati area US$78–US$79 per barel.
Harga minyak yang lebih rendah diperkirakan dapat mengurangi tekanan inflasi Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, sehingga yield obligasi pemerintah AS ikut melemah.
Penurunan yield menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan bunga. Pada saat yang sama, dolar AS bergerak lesu, sehingga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Dukungan tambahan datang dari pembelian investor institusi China dan arus masuk ke produk ETF berbasis emas. Sentimen teknikal juga menguat setelah harga melewati US$4.100, mendorong pelaku pasar kembali memburu emas menjelang rilis data tenaga kerja AS.
Analisis Newsmaker: Selama emas mampu bertahan di atas US$4.100–US$4.110, peluang kenaikan masih terbuka menuju US$4.150, kemudian US$4.180. Namun, komentar hawkish pejabat The Fed atau data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu aksi ambil untung menuju US$4.100–US$4.080.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id