• Fri, Jan 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

23 January 2026 03:55  |

Euro Naik, Dolar Turun: Efek Greenland

Dolar AS melemah pada Kamis (22/1), sementara mata uang yang lebih sensitif terhadap risiko seperti euro dan poundsterling menguat. Pasar mulai “lebih adem” setelah Presiden Donald Trump menarik ancaman tarif dan menegaskan tidak akan merebut Greenland dengan kekuatan militer—membuat gelombang panik awal pekan perlahan mereda.

Di pasar valas, EUR/USD naik ke $1,1744 (dolar turun 0,49%), setelah dolar sempat rebound sehari sebelumnya. Sementara itu, dolar juga melemah terhadap franc Swiss—USD/CHF turun ke 0,7899 (dolar turun 0,69%), menandakan minat terhadap aset defensif mulai bergeser saat tensi geopolitik tidak lagi sekeras sebelumnya.

Dari sisi data, rilis PCE (indikator inflasi favorit The Fed) menunjukkan konsumsi AS tetap kuat. Pengeluaran konsumen naik 0,5% di November, sama seperti Oktober. Karena belanja rumah tangga menyumbang porsi terbesar ekonomi AS, data ini memperkuat narasi bahwa ekonomi masih tahan banting—dan itu membuat pasar menimbang ulang arah suku bunga The Fed ke depan.

Di Asia-Pasifik, dolar Australia (AUD) justru tampil paling “nendang”. AUD/USD naik ke $0,684 (menguat sekitar 1,15%) dan menyentuh level terkuat sejak Oktober 2024, setelah data tenaga kerja menunjukkan tingkat pengangguran turun tak terduga. Pasar menilai ini bisa membuat ruang pelonggaran kebijakan jadi lebih sempit—alias peluang kebijakan RBA lebih ketat.

Sebaliknya, yen Jepang masih tertekan. USD/JPY berada di 158,42, tidak jauh dari level rendah yen pekan lalu di sekitar 159,45. Sentimen yen dibebani faktor politik domestik—rencana pemilu sela—dan kekhawatiran fiskal, yang membuat pasar makin sensitif terhadap arah imbal hasil obligasi Jepang.

Obligasi pemerintah Jepang tenor super-panjang juga masih jadi sorotan. Kenaikan harga obligasi (turunnya yield) berlanjut karena spekulasi pemerintah bisa mengambil langkah untuk meredam lonjakan yield lebih lanjut. Fokus pasar kini mengarah ke pertemuan kebijakan Bank of Japan Jumat, karena sinyal yang lebih hawkish dinilai krusial untuk membantu menstabilkan yen di area yang sudah mendekati “zona intervensi” 159–160. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

EUR/USD

EUR/USD Bersiap Menghadapi Keputusan Suku Bunga ECB

EUR/USD melonjak pada hari Rabu, naik 1,75% dan menyentuh level 1,0800 karena sentimen risiko meningkat menyusul perubahan ar...

6 March 2025 07:19
EUR/USD

EUR/USD Terus Berkonsolidasi di Tengah Kelesuan Pasar

EUR/USD diperdagangkan dalam kisaran sempit di sekitar 1,0400 pada sesi Eropa hari Jumat (27/12) di tengah perdagangan yang s...

27 December 2024 16:31
EUR/USD

EUR/USD Terus Bangkit Karena Data Inflasi AS Yang Melemah Me...

EUR/USD bergerak lebih tinggi mendekati 1,1250 selama jam perdagangan Eropa pada hari Rabu (14/05), melanjutkan kenaikan hari...

14 May 2025 17:10
EUR/USD

EUR/USD Turun Di Tengah Kekhawatiran Potensi Perang Dagang U...

EUR/USD terkoreksi mendekati 1,0860 pada jam perdagangan Eropa pada hari Kamis (13/3). Pasangan mata uang utama ini turun kar...

13 March 2025 19:10
BIAS23.com NM23 Ai