• Fri, Jan 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

23 January 2026 04:01  |

Minyak Jatuh 2%: Trump Redakan Greenland-Iran, Stok AS Meledak

Harga minyak jatuh sekitar 2% ke level terendah sepekan pada Kamis (22/1), setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan nada soal Greenland dan Iran—membuat premi risiko geopolitik cepat “surut”. Brent turun $1,18 (-1,8%) ke $64,06/barel, sementara WTI merosot $1,26 (-2,1%) ke $59,36/barel.

Sentimen makin berat setelah Trump mengklaim AS mendapat akses “total dan permanen” ke Greenland lewat kesepakatan dengan NATO. Di Eropa, efeknya tetap terasa: para pemimpin Uni Eropa bersiap mengkaji ulang relasi dengan AS setelah drama tarif dan ancaman keras sebelumnya mengguncang kepercayaan transatlantik.

Dari Timur Tengah, Trump juga bilang ia berharap tak ada lagi aksi militer AS di Iran, meski tetap memberi catatan: AS akan bertindak bila Tehran kembali melanjutkan program nuklirnya. Pasar membaca ini sebagai sinyal risiko pasokan dari Iran (produsen besar OPEC) tidak “sepanas” kemarin—dan itu menekan harga.

Di sisi perang Rusia-Ukraina, muncul harapan baru menuju jalan damai. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut beberapa syarat jaminan keamanan mulai menemukan bentuk setelah komunikasi di Davos, meski isu wilayah masih jadi ganjalan besar. Jika perang benar-benar mereda dan sanksi terhadap Rusia dilonggarkan, pasar melihat peluang pasokan global bertambah—lagi-lagi menekan minyak.

Tekanan tambahan datang dari Amerika: data EIA menunjukkan stok minyak mentah AS naik 3,6 juta barel pada pekan yang berakhir 16 Januari, jauh di atas ekspektasi 1,1 juta barel. Lonjakan stok ini memperkuat narasi “pasokan longgar”, apalagi laporan rilis juga mundur sehari karena libur Martin Luther King Jr.

Di luar itu, isu Venezuela ikut jadi “bumbu” yang bikin pasar makin waspada. Potensi aliran minyak Venezuela yang lebih besar—ditambah manuver perdagangan serta wacana reformasi aturan migas—dipandang bisa menambah suplai ke pasar. Meski begitu, Aramco menilai kekhawatiran soal banjir pasokan global terlalu dibesar-besarkan karena permintaan dinilai masih kuat dan stok global menipis.

Kesimpulannya: kombinasi risiko geopolitik yang mendingin + harapan damai Rusia-Ukraina + stok AS yang naik besar bikin minyak kehilangan tenaga, dan area $60/barel kembali jadi “magnet” psikologis bagi pasar. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai