• Thu, Jan 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

22 January 2026 07:37  |

Tarif Batal, Greenland Ada Deal?

Presiden AS Donald Trump tiba-tiba mengubah nada: ia mengatakan akan menahan diri dari rencana tarif terhadap negara-negara Eropa yang menolak ambisinya atas Greenland. Alasannya, Trump mengklaim sudah ada “kerangka” kesepakatan masa depan yang disebut dicapai terkait pulau itu—bahkan ia menariknya lebih luas, sampai ke wilayah Arktik.

Pernyataan itu ia umumkan lewat media sosial pada Rabu, tak lama setelah pertemuan dengan Sekjen NATO Mark Rutte di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Ini jadi putaran balik yang cukup tajam, mengingat sebelumnya Trump sempat memakai ancaman tarif sebagai alat tekan ke Eropa.

Masalahnya, isi “kerangka” itu masih kabur. Trump tidak merinci parameternya, dan situasinya makin rumit karena Denmark pada hari yang sama menegaskan tidak membuka negosiasi yang mengarah pada penyerahan Greenland—wilayah semi-otonom yang masih berada di bawah Kerajaan Denmark.

Meski detail minim, pasar langsung menangkap sinyal besarnya: risiko tarif mereda. Saham AS melonjak setelah kabar “tarif dibatalkan sementara” muncul, obligasi pemerintah AS ikut menguat, dan indeks dolar bergerak naik intraday. Dengan kata lain, mode panik yang sempat muncul sehari sebelumnya mulai surut.

Dari Kopenhagen, Menlu Denmark Lars Løkke Rasmussen menyambut perkembangan itu dengan nada lega, tetapi tetap menegaskan bahwa ambisi Trump menguasai Greenland masih menjadi garis merah bagi Denmark. Ia memberi pesan: hari berakhir lebih baik, tapi persoalan intinya belum selesai.

Trump sendiri bilang rincian kesepakatan akan diumumkan “segera”. Namun ketika ditanya apakah kerangka itu berarti AS mendapat kepemilikan Greenland, Trump menghindar—ia hanya menyebutnya sebagai kesepakatan jangka panjang yang berlaku “tanpa batas waktu.” Dalam wawancara lain, ia bahkan mengakui belum bicara langsung dengan pejabat Denmark, meski berasumsi Rutte sudah menyampaikan gambaran besarnya.

Laporan-laporan media menyebut kerangka itu kemungkinan memuat prinsip menghormati kedaulatan Denmark, sementara ada juga pembahasan internal soal potensi kontrol AS atas bagian-bagian tertentu (belum jelas apakah masuk ke kerangka resmi). Rutte menekankan fokus pembicaraan lebih ke keamanan Arktik, energi, dan pertahanan rudal—bukan soal status kedaulatan Greenland.

Trump juga mengaitkan isu ini dengan proyek pertahanan rudal “Golden Dome” dan menyebut nama-nama seperti JD Vance, Marco Rubio, dan Steve Witkoff untuk mengurus jalur negosiasi. NATO, lewat pernyataannya, menegaskan pembicaraan akan diarahkan untuk memastikan Rusia dan China tidak punya pijakan ekonomi maupun militer di Greenland.

Dampak ke market (emas, perak, minyak): tensi tarif yang “ditahan” bikin kebutuhan aset aman menurun, sehingga emas dan perak cenderung terkoreksi dari puncaknya—mengacu pergerakan sesi terakhir, emas sempat turun dari area $4.888 ke sekitar $4.809/oz, dan perak melemah ke sekitar $92,06/oz. Di sisi energi, minyak relatif mendapat dukungan karena pasar membaca risiko perang dagang mereda (positif untuk outlook permintaan), dengan WTI terakhir di sekitar $60,62/barel dan Brent sekitar $65,24/barel.

5 inti poin:

- Trump menahan tarif Eropa setelah klaim “kerangka” deal Greenland dengan NATO.

- Detail kerangka belum jelas; Denmark tetap menolak negosiasi penyerahan Greenland.

- Pasar merespons cepat: saham AS naik, obligasi menguat, dolar menguat tipis.

- Fokus pembicaraan disebut ke keamanan Arktik, energi, dan pertahanan rudal “Golden Dome”.

- Emas-perak terkoreksi karena safe-haven mereda; minyak cenderung stabil-menguat karena risiko perang dagang menurun sementara.(asd)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai