• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 July 2025 17:21  |

Harga Minyak Melemah di Tengah Tekanan Tarif dan Lonjakan Stok AS

Harga minyak turun tipis pada Kamis pagi karena pasar mencerna dua faktor utama: ancaman tarif tambahan dari Presiden AS Donald Trump serta laporan mengejutkan tentang peningkatan stok minyak mentah AS. Ketidakpastian geopolitik dan fundamental pasar membuat pergerakan harga masih fluktuatif meski sempat menguat di sesi sebelumnya.

Minyak Brent untuk kontrak September turun 60 sen menjadi $72,64 per barel, sementara minyak WTI AS juga melemah 58 sen menjadi $69,42 per barel. Penurunan sekitar 0,8% ini terjadi setelah kedua acuan sempat naik sekitar 1% pada Rabu. Para pelaku pasar kini menahan posisi sambil menunggu kejelasan lebih lanjut terkait arah kebijakan tarif Trump.

Presiden Trump baru-baru ini menyampaikan bahwa ia akan memberlakukan tarif sekunder hingga 100% terhadap negara mitra dagang Rusia, termasuk peringatan langsung kepada Tiongkok, pembeli minyak Rusia terbesar. Langkah ini dimaksudkan untuk menekan Rusia agar segera menyepakati penyelesaian perang di Ukraina, dengan batas waktu dipercepat menjadi hanya 10–12 hari dari sebelumnya 50 hari. Menurut Harry Tchiliguirian dari Onyx Capital Group, pasar masih menunggu bagaimana dinamika kebijakan ini berkembang.

Sementara itu, stok minyak mentah AS meningkat tajam sebesar 7,7 juta barel, jauh melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan. Kenaikan ini disebabkan oleh penurunan ekspor dan menambah tekanan terhadap harga. Namun, stok bensin justru turun signifikan sebesar 2,7 juta barel, yang dianggap sebagai sinyal positif terkait permintaan selama musim liburan dan berkendara di AS.

Menurut analis Toshitaka Tazawa dari Fujitomi Securities, data inventaris kali ini memberikan sinyal campuran. Di satu sisi, lonjakan stok minyak mentah memberikan tekanan, namun penurunan besar pada bensin menunjukkan bahwa permintaan konsumsi tetap kuat, sehingga dampaknya terhadap harga minyak secara keseluruhan cenderung netral. Pasar kini menanti arah selanjutnya dari kebijakan AS dan perkembangan geopolitik di Eropa dan Timur Tengah.(ayu)

Sumber: Newsmaker

.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai